haha69
haha69
haha69
haha69
haha69
haha69
haha69
Bergerak untuk menghindari pengejaran polisi

Bergerak untuk menghindari pengejaran polisi

Read Time:1 Minute, 58 Second

Suara.com – Duo saudara kembar yang diduga melakukan penipuan dan penggelapan menggunakan mode pre-order iPhone, Rihana dan Rihani akhirnya mengenakan pakaian penjara berwarna jingga.

Pelarian si kembar pun terhenti setelah ditangkap polisi di Apartemen M Town Gading Serpong, Kabupaten Tangerang pada Selasa (4/7/2023).

Keduanya langsung dibawa ke Mapolda Metro Jaya dan diperkenalkan kepada awak media dalam konferensi pers di hari yang sama.

Langkah kaki Rihana Rihani menggerakkan pemandangan

Baca juga: 8 Bulan Hidup di Bali, Jessica Iskandar Kini Putuskan Pulang ke Jakarta

Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Titus Yudho Ully mengatakan, sebelum ditangkap, Rihana dan Rihani kerap berpindah-pindah untuk menutupi jejaknya.

Menurut AKBP Titus, keduanya menggunakan layanan online untuk menyewa akomodasi atau properti.

“Untuk melarikan diri, kedua tersangka (Rihana-Rihani) bepergian menggunakan aplikasi Airbnb, tidak semuanya Airbnb. Yang pertama dikontrak di Greenwood, Tangerang Selatan,” ujar Selasa (4/7/2023).

Ia menambahkan, setelah menandatangani kontrak di Greenwood, duo kembar itu pindah ke apartemen di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Kemudian, untuk menghindari kejaran polisi, mereka pindah lagi ke sebuah apartemen di kawasan Gandaria, Jakarta Selatan.

Baca Juga: Rihana-Rihani Kembar Tersangka Penipuan iPhone Akhirnya Tertangkap

Terakhir, selama dua minggu sebelum tertangkap, Rihana dan Rihani menempati apartemen di Residence M di kawasan Gading Serpong.

AKBP Titus menambahkan, selama kabur, kedua tersangka penipuan menggunakan uang pribadi dan meminjam dari keluarga untuk biaya hidup.

“Jadi pinjam uang ke keluarga dan pakai sisa uang tersangka ini,” kata Titus.

Kasus dugaan penipuan yang menjerat Rihana dan Rihani bermula saat keduanya menjual ponsel bermerek iPhone ke reseller dengan sistem pre-order.

Keduanya menjual smartphone 30% lebih murah dari harga pasaran, sehingga membangkitkan minat para korbannya.

Tak hanya itu, keduanya juga memberikan diskon Rp 500.000 per unit kepada para korban.

Namun, setelah korban menyetor uang ke Rihana dan Rihani, keduanya tidak mengirimkan produk yang dibelinya ke pengedar.

Akibatnya, para korban melaporkan kasus dugaan penipuan tersebut ke polisi. Kabid Humas Polres Tangerang Selatan Ipda Galih Dwi Nuryanto mengatakan, sejak Juni hingga Oktober 2022, enam korban melapor.

Sementara kasus ini masih berjalan, setidaknya polisi telah menerima 18 laporan tindak pidana penipuan yang dilakukan oleh duo kembar tersebut.

Laporan tersebut datang dari beberapa daerah di Indonesia. Kerugian yang dialami para korban ditaksir mencapai Rp 35 miliar.

Akibat perbuatannya, Rihana dan Rihani kini ditetapkan sebagai tersangka dan saat ini mendekam di ruang tahanan Polda Metro Jaya.

Kontributor: Surga Damayanti

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Lulus tahap 1?  Lihat Jadwal Ujian Rekrutmen Bersama BUMN Tahap 2 Previous post Lulus tahap 1? Lihat Jadwal Ujian Rekrutmen Bersama BUMN Tahap 2
Pemerintah melarang hubungan kekeluargaan antara pengawas dan pengurus koperasi Next post Pemerintah melarang hubungan kekeluargaan antara pengawas dan pengurus koperasi